Senin, 21 Juli 2014

CARA MENGUBAH UKURAN DAN JENIS FILE FOTO MENGGUNAKAN FORMAT FACTORY

Hidup ini memang sangat kompleks permasalahannya, terkadang hanya karena foto saja kita sudah di buat pusing, apalagi jika di tuntut untuk mengubah foto ukuran kecil dari satu folder dengan jumlah file foto yang banyak tapi dengan waktu yang singkat. 
Sekarang jangan khawatir lagi untuk hal tersebut, karena  sudah ada yang namanya Format Factory.
Format Factory bukan hanya berguna untuk mengubah file foto ukuran kecil satu folder dengan waktu singkat, tetapi juga dapat mengganti jenis foto, memperbesar ukuran foto dan  bukan hanya file foto saja, file Suara, maupun video juga bisa. 
Kali ini saya akan menjelaskan langkah –langkah untuk mengubah ukuran file foto dan jenis nya menjadi  ukuran kecil..

1. Pertama kita buka dulu format Factory bisa melalui Start -> All Program-> pilih format factory, atau dengan double klik di shortcut format factory di layar dekstop.hingga muncul tampilan seperti di bawah ini.

            2.   Kemudian klik atau pilih Gambar  dan pilihlah salah satu jenis file foto , ini berfungsi sebagai penentu menjadi jenis foto apa file foto yng di ubah ukurannya tersebut, dan biasanya yang sering di pakai adalah jenis atau tipe JPG .  Kemudian akan muncul tampilan sebagai berikut..

            3. Klik tambahkan file jika ingin beberapa file saja dan tambahkan atau pilih folder jika ingin langsung satu satu folder foto.

            4. Setelah itu file foto dipilih silahkan pilih pengaturan keluaran, dan atur ukuran foto, silahkan pilih ukuran atau bisa juga menggunakan batas ukuran jika ingin ukuran foto benar benar sesuai yang di inginkan. Setelah itu klik oke.

             5. Kemudian klik oke lagi sampai pada layar awal dan pilih Mulai

               6. Setelah semua selesai di rubah ukurannya,  lihat di folder keluaran.. oke tinggal ambil fotonya. selesai... " Selamat Mencoba"



 










Sabtu, 19 Juli 2014

Semester Enam dan Analisa Kenyataan

               Suasana Ramadhan tahun ini terasa berbeda dengan Ramadhan tahun sebelumnya, banyak sekali hal - hal yang membuat gue ngerasa gerah, misalnya pilPres, dan Nilai semesteran yang baru keluar . Nah lho.... apa hubungannya coba antara pilPres dengan Nilai semesteran, kalo dicari hubungannya memang tidak bersangkut paut antara pilPres dan Nilai Semesteran, tapi tetap aja bikin gerah, bayangin aja tiap buka sosial media, entah itu fb, twitter, ada saja yang debat masalah caPres dukungan masing-masing, terkadang herannya sampai-sampai ada yang seperti mau terjadi perang di sosmed (Padahal sih gue yakin kalo pada ketemu ntah berani benar atau tidak he he he) , nah lagi  gerah-gerahnya  masalah itu, tiba- tiba saat buka fb ada teman yang buat status " Nilai semester ini sudah keluar, silahkan cek" buru- buru gue cek tuh nilai, dan ternyata nilai yang muncul tak seperti yang diperkirakan sebelumnya, di antara nilai A dan B munculah nilai yang sangat asing dan ternyata nilai itu "E" .  Apa! Koq Bisa!! kalimat itu yang muncul dipikiran gue pertama kali, aneh pikirku, padahal selama ini gue ga pernah absen dan ujian juga ikut, gue ga ada nyontek, tapi kenapa bisa ada nilai "E" di lembar hasil ujian itu, wah ini perlu dipertanyakan  lebih lajut sepertinya... lalu gue coba hubungi Dosen mata kuliah, dan kirim email ke bagian pusat nilai , dan jawaban mereka hampir sama, mungkin karena nilai sewaktu UAS jawabannya yang benar kurang dari 15 soal jadi nilai yang dari dosen tidak dapat di hitung, sehingga nilainya E itu muncul. seketika itu pula badan gue terasa lemes... " apa iya nilai sewaktu UAS kemaren ada salah satu mapel yang Gue jawab kurang dari 15 soal?" coba deh gue analisa lagi kejadian sebelum ini mulai dari awal semester 6.
               Berawal dari tiga bulan yang lalu gue sempet bertemu dengan  pengurus universitas, dia bilang " untuk semester ini banyak-banyak belajar karena nanti ujian akan dilaksanakan dan diawasi dengan ketat, tidak seperti sebelumnya, .. kemudian saat masuk kuliah sewaktu pembagian jam yang biasanya dilakukan perkuliahan tiga hari dalam seminggu, ternyata banyak teman-teman gue yang mengusulkan dipadatkan menjadi dua hari dalam seminggu, sebenarnya gue keberatan karna itu sama saja memaksakan diri menampung ilmu berjam-jam selama dua hari dalam seminggu, seperti dua hari itu tidak bisa bernapas karena jam mata pelajaran terlalu padat, tapi karena teman-teman sekelas gue udah sepakat, mau gimana lagi, akhirnya gue juga ikutan (ya meskipun sadar kalo ntar hasilnya bakal ga maksimal) .
               Pada Semester 6 juga ada mata kuliah praktek mengajar dan membuat laporan model pembelajan yang digunakan dalam mengajar, sehingga waktu sangat-sangat harus bisa ekstra membagi waktu..(pusiiiiiiing)... minggu demi minggu pun berlalu dan akhirnya sampai juga waktu yang mendekati UAS,  waktu yang bukan hanya dekat lagi, mungkin bisa juga dibilang mepet bangeeet..malam sebelum UAS gue masih saja termenung  melihat ada empat modul mata kuliah yang masih  belum banyak yang gue baca... (akibat tidak bisa membagi waktu) dan kemudian mau tidak mau ya SKS deh...( Sistem Kebuuut Semalam ) weleh-weleh... dan paginya akhirnya UAS pun dimulai... seperti yang sudah pernah dibilang oleh pengurus ujian kali ini berlangsung sangat ketat, jangankan kerja sama, mau meminjam penghapus saja pengawasnya pada melotot... nah lho... baru tau kan banyak kesalahannya dimana?... tenyata ada baiknya sebelum menyalah kan sesuatu, kita lebih baik menganalisa kenyataan terlebih dahulu, terkadang banyak kesalahan ada di diri kita tapi kita tidak menyadarinya.. Astaghfirullah halaziim.... 
                  Segitu dulu yang dapat Gue tulis pagi ini, semoga bisa menjadi pengalaman bagi kita semua.. aamiin.
nah ini ada sedikit foto hasil jepret gue selama kuliah di UPBJJ  IOU (International Open University) sewaktu temen-temen gue lagi sibuk belajar sampai saat kami jalan-jalan melepas penat selesai kuliah.....  :-)









              

Kamis, 17 Juli 2014

Cerita Pembelajaran Hidup bukan Hanya Sekedar Kuliah Akademik


Jenius, Pintar, Cerdas, Pandai, ...itu yang sering terdengar ketika seseorang mampu menyelesaikan kuliah Akademik S1 nya dengan waktu yang cukup cepat dan dengan nilai memuaskan,.. siapa yang tak mau seperti itu, tentu jika ditanyakan kepada satu persatu Mahasiswa yang ada di seluruh Indonesia ini, banyak yang ingin Lulus kuliah cepat dan dengan nilai memuaskan.
Tapi tak semua yang kita inginkan itu dapat terlaksana, terkadang serajin apapun kita kuliah, sedisiplin apapun kita berusaha ada saja halangan yang membuat semuanya berantakan, bukan karna faktor dari bodohnya diri, tapi lebih karna faktor penyebab yang tak tentu. Inilah yang disebut kehidupan, yang didalamnya tak semua orang dapat merasakan nasib yang sama, terkadang ada yang berjalan lancar, dan tak jarang pula yang berusaha sekuat tenaga hingga terseok-seok sekalipun tapi tak mampu mencapai garis finish. dan berbagai pilihan pun muncul di tengah - tengah perjuangan, jika di ibaratkan ada sebuah dinding Tembok yang begitu keras di depan kita, yang mungkin kita berfikir ratusan kali untuk melewatinya dengan cara menghancurkan termbok tersebut untuk mendapatkan Tujuan yang berupa gelar S1 di sisi yang terhalang oleh tebalnya dinding Tembok tersebut, dan saat itu ada yang mengambil keputusan untuk memanjat tembok tersebut seberapapun tingginya serta ada juga yang mengambil keputusan untuk berjalan memutari dinding tersebut seberapapun jauhnya semata-mata untuk mendapatkan gelar S1 tersebut. 
kedua pilihan tersebut dengan terpaksa harus kita ambil sebab kita tak punya Bom keberuntungan seperti mereka yang lulus dengan cepat. 
Pembelajaran hidup dimulai setelah masa itu, mereka yang memilih memanjat dinding tembok kesuksesan pasti merasakan beratnya perjuangan yang dilaluinya ketika memanjat dinding, mungkin pernah terpeleset dan jatuh berkali-kali tapi itu menjadikan mereka semakin tangguh karena mereka mempelajari hidup dari pengalaman  hingga akhirnya mendapatkan Gelar, dan Mereka yang memilih memutari dinding tembok tersebut dalam setiap perjalanannya semua tentang kehidupan yang dilewati dapat menjadi  bekal hidup yang lebih baik hingga mendapat Gelar.  dan mereka semua adalah Kita. kita yang lebih beruntung karena mengenal Arti hidup dan persaudaraan yang sebenarnya...